Cerita Kesuksesan Kopi Kong Djie yang Bikin Ter-nganga

Cerita Kesuksesan Kopi Kong Djie yang Bikin Ter-nganga , – Banyak sekali tempat yang menjual berbagai makanan khas Belitung atau sekedar camilan kecil. Namun, yang paling banyak di buru dan di kunjungi oleh wisawatan semua baik lokal atau mancanegara adalah Kopi Kong Djie. Kedai legendaris yang berdiri sejak tahun 1943 menjadi salah satu warung kopi tertua di Kabupaten Belitung. Lokasi dari kedai ini ada di Belitung Barat, tepatnya di Jalan Siburik, Tanjung Pandan.
Kedai ini pertama kali didirikan oleh seorang bernama Ho Kong Djie, tetapi lambat laun telah menjadi aset yang turun temurun. Saat ini pemegang generasi kedua kedai tersebut adalah Ishak Holidi (52). Ishak menceritakan awal mula berdirinya kedai yang dimulai orang tuanya telah sukses sampai sekarang.

Kedai Kong Djie Belitung
Kedai Kong Djie Belitung

Menurutnya, di awal tahun 1940-an marga Ho terpaksa harus menyeberang ke Belitung dari Pulau Bangka. Mereka harus menyelamatkan diri dari kelaparan yang terjadi akibat dari penjajahan Jepang.
baca juga :  https://www.wisatabelitung.co.id/paket-tour-belitung-tanpa-hotel-3d2n/

“Tahun 1940-an di Bangka banyak orang mati kelaparan, waktu itu zaman Jepang, apa-apa sulit. Papa aslinya orang Bangka, kami sekeluarga terpaksa pindah ke Belitung karena kelaparan,” kata Ishak, anak kedua dari Ho Kong Djie.
Kedai ini terletak tepat di depan Gereja Regina Pacis, dan tidak jauh jika dari Tugu Batu Satam. Kedai ini mempertahankan keotentikan cita rasa dan suasana ngopi sejak tahun 1943 silam. Secara garis besar, bangunan kedai tersebut masih mempertahankan eksterior dan interior kedai yang pertama kali berdiri.
Disampaikan oleh Ishak bahwa kedai yang saat ini di kelola oleh adik bungsunya masih mempertahankan ceret tinggi yang berisi biang kopi. Sehingga hal ini menjadi salah satu alasan kedai tersebut masih menyimpan bau khas zaman dahulu. Hanya saja ceret yang saat ini di gunakan menggunakan material alumunium, bukan tembaga.
Terdapat tiga ceret yang di gunakan, satu dengan ukuran tinggi dan dua lainnya mempunyai ukuran setengahnya. Modifikasi ceret yang tadinya di gunakan KOng Djie berukuran 30 cm menjadi bentuk bahwa permintaan pelanggan semakin meningkat.

baca juga  : https://www.wisatabelitung.co.id

This article was written by Rafi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *