Halalkah Memakai Pakaian Orang yang Telah Wafat

Fimadani.com

Busana adalah satu hal yang tidak mungkin dijauhkan dari gaya hidup manusia. Pakaian merupakan kebutuhan primer di samping papan lan pangan. Pakaian yang baik dan rapi akan merefleksikan pribadi kamu yang baik pula. Akan tetapi, baju yang kurang rapi akan memberi citra yang kurang baik bagi yang melihatnya.

Maka dari itu, tidak heran bila kenyataanya penampilan memang hal yang utama dan tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup makhluk sosialmanusia.Sesuaii pepatah Jawa yang mengatakan

“Ajining Ati Soko Lathi, Ajining Rogo soko Busono”.

Jika di-translate dalam bahasa Indonesia, peribaha tersebut menyampaikan “Cerminan hati bisa ditinjau dari cara bertutur katanya. Cerminan kelakuannya dilihat dari cara ia berpenampilan”.

Lantas bagaimana jika baju yang kita pakai adalah busana bekas individu yang sudah meninggal?

Apa hukumnya kita memakai busana seseorang yang telah dikuburkan? Baca penejalasannya berikut ini.

Kaidah Memakai Pakaian Orang yang Telah Wafat

Pada halikatnya menggunakan baju seseorang yang telah meninggal hukumnya diperbolehkan. Sangat diperbolehkan untuk menggunakan pakaian yang telah meninggal. Terlebih jika busana orang yang sudah meninggal itu dibagikan kepada kaum fakir miskin.

Apabila beberapa busana itu disedekahkan pada yang belum mampu justru akan menambah balasan di akhirat untuk keluarga yang sudah bersedia mewakafkannya. Jikapun tidak ingin didermakan kepada kaum fakir miskin, keluarga yang ditinggal pergi pun bisa mengenakan pakaian-pakaian tersebut.

Pakaian-pakaian tersebut lebih baik dipakai ketimbang mubadzir ditempatkan di dalam almari dan akan melapuk jika tidak pernah dikenakan. Memubadzirkan barang justru haram hukumnya.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Isro’ ayat 27 yang bunyinya “Innalmubadzirrina kaanuu ihwana as syayathiin, wa kaana asyaithoni lirobbihi kufuron”

Makna dari ayat di atas adalah :

“Sesunggunhnya mubadzir adalah saudara-saudaranya setan. Dan sesungguhnya setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya”

Nah, masihkah kita sebagai hamba-Nya yang mengingkari?

Memberikan busana dari seseorang yang telah meninggal tidak haram hukumnya asalkan dikenakan dengan baik. Lalu menjadi tidak halal bila busana itu berbahan pokok dari kain sutra.

Bahan yang memiliki kandungan kain sutra haram hukumnya dkenakan oleh kaum adam. Itu telah diatur dalam al-Qur’an dan hadits. Menjadi tidak halal pula apabila tidak ada kerelaan dan rasa ikhlas dari anggota keluarga yang diwarisi.

Kemungkinan ada beberapa keluarga yang tidak mau mengikhlaskan beberapa pakaian orang yang meninggalkannya karena itu berupa barang kenangan. Beberapa barang yang meninggalkan kenangan tersendiri bagi yang diwarisi. Selain itu, ada pula beberapa pakaian yang di dapat dari vendor kaos ternama sehingga sangat berat untuk melepaskannya.

Merasa sayang apabila pakaian itu diberikan pada orang lain yang lokasinya lumayan jauh dari di mana ia berada. Bila pihak keluarga masih tidak mengizinkan dan mengikhlaskan maka kita dilarang mengharapkan beberapa busana dari seseorang yang sudah wafat. Merelakan merupakan suatu hal yang paling diutamakan dalam setiap sendi-sendi keseharian.

Satu suap nasi yang diberi dengan tidak tulus saja bisa mengantar kita kesulitan meniti jalan ke sirratal mustaqimnya. Apalagi jika itu adalah selembar kain? Atau sebuah pakaian?

Sejatinya, garis besar yang bisa diulas dari ulasan ini adalah hukum menggunakan baju atau pakaian seseorang yang wafat meninggal yaituh mubah atau boleh. Tak ada firman Allah bahkan yang menyatakan haram hukumnya menggunakan busana seseorang yang sudah meninggal.

Namun yang menjadi catatan penting dalam hal ini yakni adanya rasa ikhlas dan belas kasih dari anggota tatkala ingin membagikan pakaian tersebut pada kaum fakir miskin. Wallahu a’lam bisshowab.

This article was written by Fatih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *