Masjid Raya Kota kembang Bandung

By | October 8, 2020
panel enamel

Alun-Alun kota bandung

Masjid Raya Kota kembang Bandung

Bandung adalah ibu kota provinsi Jawa Barat dan merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat. Kota Bandung adalah kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarata dan Surabaya menurut jumlah penduduknya. Bandung terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta. Di kota kembang ini telah tercatat berbagai sejarah penting, di antaranya sebagai lokasi ajang pertempuran di masa kemerdekaan, tempat berdirinya sebuah perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia yaitu Institut Teknologi Bandung, dan pernah menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika 1955 yaitu suatu konfrensi yang menyuarakan terhadap semangat anti kolonialisme. Dahulu, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dalam pidatonya juga menyebutkan bahwa Bandung merupakan ibu kotanya Asia-Afrika.

Produsen Kubah Masjid

Masjid jami’ kota bandung

Masjid Raya Kota Bandung

Bandung juga dijuluki sebagai Kota kembang, karena dahulunya kota Bandung ini dinilai sangat cantik karena banyak bunga-bunga serta pohon-pohon yang tumbuh. Dan karena keindahannya dahulu, Bandung juga disebut sebagai Parijs van Java. Bandung sangat dikenal sebagai kota belanja, dengan adanya berbagai macam factory outlet dan mall yang banyak tersebar dan juga menjadi kota wisata kuliner yang semakin menambah kepopuleran kota Bandung yang merupakan kota tujuan utama untuk pendidikan dan pariwisata. Namun tahukah Anda selain menjadi kota terkenal di Indonesia karena memiliki keramain dan kemegahan tersebut, Bandung juga memiliki masjid raya besar berkubah indah? Lalu bagaimana pesona masjid raya Bandung yang memiliki kubah masjid dan telah mengalami beberapa kali dalah tahap renovasi tersebut?

Masjid Raya Bandung ini dahulu bernama Masjid Agung Bandung. Tidak hanya namanya saja yang berubah, bentuk masjid ini pun juga mengalami beberapa kali perubahan. Semula rancangan masjid raya ini kental akan ciri khas bangunan Sunda. Setelah itu, masjid tersebut bersolek berwajahkan Arab. Masjid raya tersebut dibangun sekitar 2 abad silam dan pada abad ke-19 hingga saat ini telah terjadi delapan perombakan, serta lima kali pada abad berikutnya. Masjid Raya Bandung direnovasi terakhir kali pada tahun 2001 dan kemudian diresmikan tanggal 4 Juni 2003. Perubahan besar-besaran yang dilakukan pada Masjid Raya Bandung ini dirancang oleh Presiden RI pertama, Soekarno. Perubahan total yang dialami Masjid Raya Bandung tersebut diantaranya kubah masjid yang sebelumnya berbentuk “nyungcung” diubah menjadi kubah masjid Enamel persegi empat yang bergaya timur tengah seperti bentuk bawang. Namun, kubah masjid berbentuk bawang hasil rancangan Presiden Sukarno tersebut hanya mampu bertahan sekitar 15 tahun. Kubah masjid berbentuk bawang itu rusak karena terpaan angin kencang, kemudian diperbaiki pada tahun 1967. Kubah bawang tersebut akhirnya diganti dengan kubah masjid baru tahun 1970.

Masjid Raya Bandung yang kini berdiri kokoh merupakan hasil dari rancangan 4 orang perancang hebat dari Bandung, mereka adalah Ir. H. Keulman, Ir. H. Nu’man, Ir. H. Arie Atmadibrata, serta Prof. Dr. Slamet Wirasonjaya. Pada rancangan awal, Masjid Raya Bandung ini tetap mempertahankan sebagian bangunan lama, yaitu jembatan hubung antara masjid dengan alun-alun yang melintas di atas jalan alun-alun disebelah barat serta dinding berbentuk sisik ikan disisi depan masjid. Satu-satunya perubahan yang dilakukan pada bangunan lama adalah dengan dilakukannya perubahan bentuk atap masjid dari bentuk atap limas diganti dengan kubah besar setengah bola yang berdiameter 30 meter sekaligus kubah masjid tersebut menjadi kubah utama. Untuk mengurangi beban yang terlalu berat, kemudian Desain kubah masjid Setengah Lingkaran raya Badung tersebut dibangun dengan konstruksi space frame, lalu ditutup dengan material metal yang sudah dipanaskan dalam suhu sangat tinggi. Selain terdapat satu kubah utama Masjid Raya Bandung, juga terdapat dua kubah yang berukuran lebih kecil. Dua kubah masjid tersebut masing masing memiliki diameter 25 meter, kubah-kubah kecil tersebut diletakkan diatas bangunan tambahan. Sama halnya seperti kubah masjid utama, dua kubah masjid tambahan ini juga didesain menggunakan konstruksi space frame, namun kedua kubah masjid kecil ini ditutup dengan material transparan yang bertujuan untuk memberi efek cahaya ke dalam masjid.

Renovasi lain yang tidak kalah menarik ialah dengan adanya rangka besi berbentuk kubah yang terletak pada puncak menara masjid. Keunikan lainnya lagi bahwa hampir setiap rangka besi kubah tersebut diberi rangkaian lampu-lampu, sehingga pada malam hari nyala terang lampu-lampu tersebut yang akan membentuk gubahan bentuk kubah yang dapat dengan mudah dikenali oleh masyarakat luas sebagai bangunan masjid yang indah nan megah, serta dengan adanya kubah besar di tengah-tengah bangunan utama dan dilengkapi dengan 2 buah kubah masjid kecil di sisi kanan dan kirinya menjadikan Masjid Raya Bandung ini lebih dikenal masyarakat luas. Masjid Raya Bandung juga memiliki dua buah menara yang menjulang tinggi hingga 81 meter yang selalu dibuka untuk umum pada hari Sabtu dan Minggu. Luas bangunan ini mencapai hingga 8.575 meter persegi dan tanahnya seluas sekitar 23.448 meter persegi. Masjid raya yang berlokasi di dekat Jalan Asia Afrika tersebut dapat menampung hingga 13.000 jamaah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *