Cara Menanam Kacang Merah dan Perawatannya

Cara Menanam Kacang Merah dan Perawatannya

Kacang merah yang memiliki nama latin Phaseolus Vulharis L adalah salah satu kacang-kacangan yang banyak dicari. Bukan karena warnanya yang unik, namun karena kacang merah memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Selain itu, cara budidaya kacang merah yang termasuk mudah menjadikan kacang merah termasuk komoditas pertanian yang banyak dibudidaya oleh petani.

Kacang merah yang memiliki nama latin Phaseolus Vulharis L adalah salah satu kacang-kacangan yang banyak dicari. Bukan karena warnanya yang unik, namun karena kacang merah memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Selain itu, cara budidaya kacang merah yang termasuk mudah menjadikan kacang merah termasuk komoditas pertanian yang banyak dibudidaya oleh petani.

Kacang merah biasa digunakan untuk bahan banyak olahan makanan. Salah satunya adalah menjadikan kacang merah sebagai bahan utama Es Kacang Merah dan juga salah satu bahan dasar salad. Salah satu alasan banyaknya olahan makanan yang berbahan dasar kacang merah adalah karena kacang merah memiliki nilai gizi yang tinggi. Selain itu, kacang merah juga diyakini memiliki kandungan bermanfaat lainnya seperti:

  • Potasium,
  • Serat,
  • Antioksidan Folat,
  • Zat Besi, dan
  • Mineral

baca juga : jual bibit tanaman pule dan pohon pule

Dengan banyaknya kandungan positif yang dimiliki kacang merah, berikut manfaat yang bisa anda dapatkan jika mengkonsumsi kacang merah:

  1. Menjadi sumber energi untuk aktifitas anda,
  2. Mampu mengontrol berat badan,
  3. Sebagai sumber antioksidan,
  4. Mampu mengontrol kadar gula dalam darah,
  5. Mampu menjaga kesehatan otak karena memiliki kandungan vitamin K,
  6. Sumber protein bagi tubuh,
  7. Mampu menurunkan kolesterol didalam tubuh, dan banyak lagi yang lainnya.

Berikut ini cara menanam kacang merah yang bisa anda jadikan panduan:

  1. Benih

Cara menanam kacang merah yang pertama adalah anda harus menyiapkan benih. Untuk mendapatkan benih kacang merah, ada dua cara yang bisa anda lakukan. Yang pertama, membelinya di toko pertanian. Dan yang kedua, anda bisa menggunakan biji kacang merah yang sudah tua di pohon. Namun hal penting lain yang harus anda persiapkan adalah menentukan jenis kacang merah yang ingin di budidaya.

Secara umum, ada tiga jenis kacang merah. Yaitu kacang merah kecil, kacang merah sedang dan kacang merah besar. Walaupun memiliki kandungan yang sama, jika tujuan anda membudidaya kacang merah adalah untuk menjualnya kembali, besarnya ukuran kacang akan sangat menentukan harga jual.

  1. Lahan Tanam

Kacang merah termasuk jenis kacang-kacangan yang membutuhkan tempat yang beriklim sejuk. Untuk itulah kenapa kacang merah hanya dibudidaya di dataran tinggi. Selain alasan iklim, curah hujan yang tinggi juga akan sangat mempengaruhi pertumbuhan kacang merah.

Kacang merah termasuk jenis kacang yang membutuhkan curah hujan yang tinggi untuk dapat tumbuh. Menurut penelitian, kacang merah hanya bisa tumbuh pada kisaran suhu 20-25 derajat celcius. JIka kacang merah ditanam diluar suhu tersebut, sudah pasti pertumbuhan kacang merah akan ternganggu.

Seperti misalnya jika kacang merah ditanam dibawah suhu 20 derajat celcius. Jika kacang merah ditanam pada suhu tersebut, pertumbuhan akan terganggu akibat proses fotosintesis pohon kacang merah ini terganggu karena di tempat yang suhunya dibawah 20 derajat celcius biasanya merupakan tempat yang jarang terkena sinar matahari.

Sedangkan jika kacang merah ditanam diatas suhu 25 derajat celcius, pertumbuhan kacang merah juga akan mengalami gangguan karena sinar matahari yang menyinari pohon ini melebihi jumlah yang dibutuhkan pohon kacang merah. Jika dipaksakan, pohon kacang merah justru akan lebih terfokus untuk ‘bernafas’ sehingga akan menghasilkan buah yang kosong.

Masalah suhu inilah yang membedakan kualitas kacang merah dibeberapa tempat. Walaupun kacang merah bisa ditanam didataran rendah, namun karena permasalahan suhu diatas, kualitas yang dihasilkan sudah pasti berbeda dengan kacang merah yang ditanam di dataran tinggi.

Selain membutuhkan curah hujan yang tinggi, kacang merah juga biasa ditanam di tanah gembur yang memiliki kandungan organik yang tinggi. Itulah kenapa jika anda ingin menanam kacang merah, pupuk dasar adalah salah satu hal yang harus benar-benar di persiapkan.

  1. Penanaman

Ada dua jenis lahan dimana kacang merah biasa ditanam. Pertama di area persawahan, dan yang kedua di lahan pertanian biasa. Kacang merah yang ditanam di area persawahan biasanya ditanam setelah panen padi dilakukan. Untuk area persawahan ini, kacang merah biasanya ditanam pada saat musim kemarau.

Karena lahan persawahan termasuk lahan yang memiliki kandungan air yang cukup, pananamn kacang merah di musim panas tidak akan menjadi permasalahan. Hal ini berbeda ketika menanam kacang merah di lahan pertanian biasa.

Untuk menanam kacang merah di area pertanian biasa, tanah biasanya digemburkan terlebih dahulu agar nanti akar dari benih kacang merah dapat dengan leluasa bergerak dan air mudah menyerap kedalam tanah. Namun tentu saja tidak hanya sebatas tanah yang gembur, penanaman benih kacang merah di lahan pertanian biasanya dibuatkan bedeng sehingga meskipun tanah disiram dengan air, tanah tidak akan menjadi terlalu basah karena air segera turun dari bedeng.

Menanam kacang merah di lahan pertanian biasanya dilakukan dengan cara menugal atau membuat lubang-lubang sedalam 4 cm dengan bantuan kayu di atas bedeng. Satu lubang tugal bisa diisikan 2 benih kacang merah. Namun agar benih dapat tumbuh dengan maksimal, ada baiknya lubang tugal dimasukkan pupuk kandang sebelum dimasukkan benih dan dibiarkan selama 2 hari agar tanah kaya akan unsur hara.

  1. Perawatan

Untuk perawatan pohon kacang merah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Yaitu pemupukan, penyiraman, peyulaman serta penyiangan. Dan agar mudah dimengerti, berikut penjelasan masing-masing jenis perawatan dalam cara menanam kacang merah.

langkah-langkah dalam melakukan budidaya kacang merah adalah sebagai berikut:

  • Faktor Lingkungan

Iklim yang paling baik untuk melakukan bercocok tanam tanaman kacang merah adalah iklim basah sampai iklim kering. Jadi bisa disimpulkan bahwa daerah di dataran tinggi Indonesia sangat cocok untuk menanam kacang merah. Daerah yang paling ideal untuk tumbuh maksimalnya tanaman kacang merah adalah daerah yang mempunyai curah hujan cukup tinggi, yaitu sekitar 1.500 mm sampai dengan 2.500 mm pertahunnya.

Tanaman kacang merah dapat tumbuh dengan baik jika Anda menggunakan cara budidaya yang tepat. Bila Anda menanam kacang merah dengan kondisi suhu 20 – 25 derajat celcius maka tanaman akan tumbuh dengan maksimal dan bila Anda menanamnya pada suhu di bawah 20 derajat celcius maka proses fotosintesis kacang merah tidak akan maksimal. Sedangkan jika Anda menanam pada suhu di atas 25 derajat celcius maka akan banyak terdapat biji kacang yang hampa atau tidak menghasilkan apa-apa. Hal ini dikarenakan tanaman banyak menghasilkan tenaga hanya untuk melakukan respirasi.

  • Media Tanam

Tanah yang paling tepat untuk menanam tanaman kacang merah adalah jenis tanah androsol dan tanah regosol. Tanah androsol mempunyai ciri warna hitam, kandungan organik yang tinggi, sifatnya lempung dan gembur serta permeabilitasnya sedang. Sedangkan ciri tanah regosol adalah warnanya kelabu dan mempunyai tekstur seperti pasir. Tanah yang Anda gunakan juga hendaknya memiliki tingkah pH yang sesuai yaitu antara 5,5 sampai 6.

  • Pemupukan Dan Penyiraman

Untuk pemupukan  pada tanaman kacang merah, dapat Anda lakukan sekali pada saat menanamdi awal dan dua minggu sekali saat bibit kacang merah mulai tumbuh menjadi tunas muda. Pupuk yang bisa Anda gunakan adalah jenis pupuk kandang atau pupuk kompos. Dengan melakukan pemupukan yang teratur diharapkan hasil yang didapatkan dari budidaya tanaman kacang merah dapat maksimal dan aman untuk dikonsumsi.

Untuk penyiraman sendiri, dapat Anda lakukan setiap hari sebanyak dua kali sehari. Hindari melakukan penyiraman yang membuat tanah di sekitar media penanaman kacang merah. Hal ini dilakukan untuk mencegah pembusukan pada sekitar akar dan tanaman dapat tumbuh dengan baik.

This article was written by Rafi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *